UAS SOSIOLOGI_ STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM DALAM INTERAKSI SOSIAL
STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM DALAM INTERAKSI
SOSIAL
Abstract
: Communication is the main requirement in realizing success in social
interaction. Communication is a primary source for humans because communication
is a human need. Good communication about technology is also growing rapidly.
In interacting, humans establish the process of sharing ideas, information, and
messages from other people at a place and time when exchanging thoughts,
understandings, opinions, etc. Communication reduces failure, chaos, and
disharmony in life. Humans are destined to be creatures who need each other.
Referred to as social beings where all of them are interconnected either
directly or indirectly with that term is often called social interaction.
Social interaction is the relationship between individuals with individuals,
individuals with groups, and groups with groups. It is necessary for us as
social beings to also study more deeply related to social interaction, the
things that need to be considered starting from the understanding itself, the
characteristics as social beings, the characteristics of social interaction to
the problems that occur in social interaction.
Abstrak : Komunikasi adalah syarat utama dalam mewujudkan
keberhasilan dalam interaksi sosial. Komunikasi sebagai sumber premier bagi
manusia karna komunikasi adalah kebutuhan manusia. Komunikasi yang baik
akan teknologi juga semakin pesat. Dalam
Berinteraksi manusia menjalin proses mambagi ide, informasi, dan dan pesan
orang lain pada tempat dan waktu saat bertukar pikiran, pemahaman, opini dll.
Dengan komunikasi mengurangi kegagalan, kekacauan, dan ketidak harmonisan dalam
hidup. Manusia memang sudah di takdirkan sebagai makhluk yang membutuhkan satu
sama lain. Disebut sebagai makhluk
sosial yang mana kesemuanya saling berhubungan baik secara langsung maupun
tidak langsung dengan itu istilah ini sering di sebut interaksi sosial.
Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu, individu
dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Perlunya kita sebagai makhluk sosial juga mempejari lebih dalam terkait
interaksi sosial , hal-hal yang perlu di perhatikan mulai dari pengertian itu
sendiri, ciri-ciri sebagai makhluk sosial, karakteristik interaksi sosial
sampai problem yang terjadi dalam interaksi sosial.
INTERAKSI SOSIAL
roses dalam interaksi sosial dalam msyarakat apabila
terpenuhi syarat- syarat sebagai berikut:
a. Kontak
sosial, hubungaan antara individu satu dengan individu lainnyayang bersifat
langsung seperti dengan sentuhan , percakapan, atau pun tatap muka sebagai
bentuk aksi dan reaksi.
b. Komunikasi,
proses penyampaian informasi atau pesan dari seseorang kepasa orang lain yang
di lakukan secra langsung maupun dengan alat bantu agar orang lain memberikan
tanggapan atau tindakan.
Interaksi sosial di bagi menjadi dua bentuk yaiatu
asosiatif dan disosiatif
a. Asosiatif
Bentuk interaksi sosial Asosiatif itu berpengaruh pada
bentuk penyatuan yang di jelaskan sebagai beriku:
1. Kerja sama
(cooperation)
Kerja sama terbentuk karna adanya kesadaran antar
masyarakat bahwa mereka memiliki tujuan yang sama dan memilih untuk bekerjasama
2. Akomodasi
Adalah bentuk penyesuaian dari individu dengan individu,
kelompok dengan individu, dan kelompok dengan kelompok guna mengurangi
kekacauan dan kecanggungan.
3. Asimilasi
Asimilasi melalui proses yang di tandaidengan mengurangi
perbedaan. Yang terdapat pada masing-masing kelompok serta usaha menyamakan
sikap, mental, dan tindsksn untuk pencapaian bersama, asimilasi timbul karna
adanya perbedaan latar belakang kebudayaan, saling bergaul secara intensif
dalam jangka waktu yang lama, sehingga lambat taun kebudayaan asli mereka akan
berubah sifat dan wujud membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran9.
b. Disosiatif
Interaksi sosial dalam bentuk pemisah dan berbagi dalam
tiga bentuk sebagai berikut:
1. Persaingan
/ kompetisi
Suatu perjuangan yang di lakukan secara individu atau
sevara kelompok untuk memperoleh kemenangan dengan hasil yang kompetitif tanpa
ada ancaman atau benturan fisik.
2. Kontravensi
Bentuk ini berada di antara persaingan pertentangan atau
konflik. Sikap kontroversi antara lain sikap tidak senang baik secara
sembunyi-sembungi atau terang-terangan.
3. Konflik
Bentuk preses sosial antar perorangan atau kelompok
masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat
mendasar. Sehimgga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang
mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
Karakteristik interaksi sosial itu memiiki sifat yang
dinamis bukan statis. (gerungan, 2010) . model interaksi sosial bis di artikan
sebagai interaksi antar individu , kelompok dan kelompok dengan kelompok..
untuk kejelasan berikut penjelasan
uraian karakteristik interaksi sosial sebagai berikut:
1. Interaksi
individu dengan individu, interaksi ini terjadi adanya kontak personal /
individu dalam bentuk komunikasi, lisan, gerak , bercakap, dan bertengkar
2. Interaksi
individu dengan kelompok, individu memiliki kepentingan untuk berinteraksi
dengan kelompok,misalnya seorang dosen yang berinteraksi dengan para
mahasiswanya di kampus. Berikut adalah interaksi kepentingan individu dengan
kelompok.
3. Interaksi
kelompok dengan kelompok, interaksi ini saling berhadapan dalam bentuk
komunikasi, terkadang ada juga terjadi
kepentingan individu dalam kelompok tersebut. Ini merupakan satu kesatuan
yang berhubungan denag kepentingan
individu dengan kelompok.
Keterkaitan antara studi komunikasi dan interaksi sosial
bisa dilihat dari penjalasan di atas. Pentingnya komunikasi dalam kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
faridah. (2019). komunikasi dalam interaksi sosial. jurnal
retorika .
thadi, r. (2021). PENDEKATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
DALAM . JURNAL ALMISHBAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi.
Komentar
Posting Komentar