UAS IBL_ STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM DALAM AGAMA SEBAGAI SISTEM PENGETAHUAN DAN SIMBOL

 

STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM DALAM AGAMA SEBAGAI SISTEM PENGETAHUAN DAN SIMBOL

Oleh

Nahdyah fauziah


Abstract: This article will explain about the percentage of the influence of communication in religion as a symbol knowledge system. The role of each religion has a difference in the diversity of local values ​​that are held between individuals, groups and communities who live also have different cultures. Diversity that is unique is not only Islam, other religious communities also have systems, methods and diversity by using symbols as a means or advice for their people. It has been seen from history that the existence of these symbols has existed since the time of the Prophet Muhammad. Humans have three levels, namely static, dynamic, and religious. After going through this level, humans will be closer to their God. Religion is surrendering to God. In human life, it is filled with symbols. Throughout human history, human actions have been found in religion, social, politics, and others by using symbols. All human activities involve symbols, with that human foam human is called homo symbolicus. In this condition, it is appropriate to use is to pay attention to the study of communication in each individual, group and society. In order for communication to take place, rules must be used, symbols are not only about the symbol itself but there must be rules and agreements in terms of speaking in a polite manner or vice versa.

Abstrak: artikel ini akan menjelaskan tentang prosen pengaruhnya komunikasi dalam agama sebagai sistem pengetahuan simbol. Peranan dalam setiap agama memiliki perbedaan dalam setiap keberagamannya nilai-nilai lokal yang dimiliki antara individu, kelompok dan masyarakat yang bertempat tinggal pun memiliki budaya yang berbeda. keberagaman yang khas bukan hanya islam umat beragama lain juga memiliki sistem,metode dan keberagaman dengan menggunakan simbol-simbolsebagai sarana atau nasehat bagi umat nya. Telah di lihat dari sejarah ternyata adanya simbol-simbot tersebut sudah ada mulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW.  Manusia memiliki tiga tingkatan yaitu statis, dinamis,dan religius. Setelah melalui tingkatan tersebut manusia akan lebih mendekat kepda tuhan nya.beragama adalah menyerahkan diri kepada tuhan. Dalam kehidupan manusia penuh di warnai dengan simbol-simbol. Sepanjang sejarah manusia di temukan tindakan-tindakan manusia dalam agama, sosial,politik, dan lain0lain dengan mengnggunakan simbol. Semua kegiatan manusia itu melibatkan simbol-simbol dengan itu manusia manusia busa di sebut dengan homo simbolicus. Dalam kondisi ini yang tepat digunakan adalah memperhatikan studi komunikasi dalam setiap individu,kelompok dan masyarakatnya. Agar komunikasi berlangsung harus menggunakan aturan-aturan, simbol-simbol bukan hanya tentang simbol itu sendiri tetapi harus ada aturan dan kesepakatan dalam hal berbicara besikap sopan santun atau sebaliknya.

 

Islam dan budaya lokal

Islam di Indonesia memang berbeda dengan islam di belahan penjuru dunia.islam (animisme, hindu, dan Budha)tetap hidup mewarnai islam dalam pengajaran aktivitas pemeluknya. Ketika islam menyebar ke indonesia tidak dapat terlepas dari budaya lokal yang sudah ada dalam masyarakatnya.antara keduanya ada dialog yang kratif dan dinamis, sehingga islam dapat di terima sebagai agama baru tanpa lungsuran budaya lokal yang ada. Dalam hal ini masyarakat setempat, tetap dapat melakukan ajaran islam tanpa melukai. Di jawa islam di sebarkan oleh walisongo dan mengikuti transformasi kultural yang di lakukan masyarakat. Proses transformasi kultural tersebut pada gilirannya menghasilkan perpaduan antara dua entitas yaitu Islam dan budaya lokal. Perpaduan inilah yang melahirkan tradisi-tradisi Islami yang hingga saat ini masih Dengan demikian dapat dipahami antara agama (Islam) dan budaya (lokal) masing-masing memiliki simbol-simbol dan nilai tersendiri. Agama (Islam) adalah simbol yang melambangkan ketaatan kepada Allah. Kebudayaan (lokal) juga mengandung nilai dan simbol supaya manusia bisa hidup didalamnya dengan ciri khas kelokalannya.

Sistem Pengetahuan

Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujudHdi dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencangkup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musimmusim apa dan dimana letak tempat yang banyak ikannya terutama masyarakat nelayan. Selain itu, manusia tidak dapatHmembuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciri-ciri bahan mentah yang mereka akan gunakan untuk membuat alat-alat tersebut. TiapHkebudayaan lokal selalu mempunyai suatu himpunan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan bagaiman cara untuk bertahan hidup di daerah tersebut

 

sistem simbol

agama merupakan sistem keyakinan yang sarat ajaran moral dan petunjuk kehidupan yang harus dipelajari, ditelaah kemudian dipraktekkan oleh manusia dalam kehidupannya. Dalam hal ini agama memberikan petunjuk mengenai yang “baik dan buruk yang pantas dan tidak pantas” dan yang “tepat dan tidak tepat”. Nilai-nilai agama dapat membentuk dan membangun perilaku manusia dalam kesehariannyaIslam sebagai sistem simbol, memiliki simbol-simbol tertentu untuk mengaktualisasikan ajaran agama Islam. Baik simbol yang dimaksud berupa perbuatan, kata-kata, benda, sastra, dan sebagainya. Sujud misalnya bentuk simbolisasi atas kepasrahan dan penghambaan penganutnya pada pencipta. Sujud merupakan simbol totalitas kepasrahan hamba dan pengakuan secara sadar akan kemaha besaran Allah.




 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Dr. Redi Panuju, M. (2018). pengantar studi komunikasi.

Widiana, N. (2015). pergumulan islam denan budaya lokal . TEOLOGIA, VOLUME 26 .

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

UTS ISLAM DAN BUDAYA LOKAL_nahdyah fauziah_kpi 21_A4

METODE SOSIOLOGI