INTERAKSI SOSIAL
OLEH
NAHDYAH FAUZIAH ( KPI A4)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia memang sudah di takdirkan sebagai
makhluk yang membutuhkan satu sama lain.
Disebut sebagai makhluk sosial yang mana kesemuanya saling berhubungan
baik secara langsung maupun tidak langsung dengan itu istilah ini sering di
sebut interaksi sosial. Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan
individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Perlunya kita sebagai makhluk sosial juga
mempejari lebih dalam terkait interaksi sosial , hal-hal yang perlu di
perhatikan mulai dari pengertian itu sendiri, ciri-ciri sebagai makhluk sosial,
karakteristik interaksi sosial sampai problem yang terjadi dalam interaksi
sosial.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di
ungkap kan di atas, berikut rumusan masalah yang akan di bahas:
1. Apakah Pengertian dari interaksi sosial?
2. Apasaja Karakteristik interterksi sosial?
3. Apa saja macam-macam konflik yang memicu interaksi sosial?
Tujuan
1.
Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai
pengertian interaksi sosial, ciri, bentu dll.
2. Untuk mengetahui pembagian karakteristik interaksi sosial
3.
Mengetahui macam-macam konflik yang terjadi
dalam interaksi sosial
Interaksi Sosial
I.
Pengertian interaksi sosial
Manusia yang terlahir dari tuhan dan sudah di tetapkan
dalam segala halnya dan tidak bisa hidup
dengan sendiri. bisa di lihat manusia dalam keadaan apapun selalu membutuhkan
bantuan satu sama lain. Dengan itu manuasia di sebut dengan makhluk sosial.
Hubungan tersebut di kategorikan sebagai interaksi sosial. Ada beberapa
pengertian interaksi sosial menurut para ahli sebagai berikut:
a.
Interaksi sosial adalah hubungan sosial yang
dinamis yang berkaitan dengan orang perorangan, kelompok perkelompok,
perorangan dan kelompok atau sebaliknya.1[1]
b.
Interaksi sosisal adalah hubungan timbal balik
antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan
kelompok.[2]
1. Ciri – ciri interksi sosial
Seteah mengetahui pengertian dari interaksi
sosial ada juga ciri-ciri intraksi sosial :
a. Adanya dua orang pelaku atau lebih
b. Adanya hubungan timbal balik antar pelaku
c. Di alawali dengan adanya kontak sosial, baik secara tidak langsung
2. Syarat terjadinya interaksi sosial
Proses dalam interaksi sosial dalam msyarakat
apabila terpenuhi syarat- syarat sebagai berikut:
a. Kontak sosial, hubungaan antara individu satu dengan individu lainnyayang
bersifat langsung seperti dengan sentuhan , percakapan, atau pun tatap muka
sebagai bentuk aksi dan reaksi.
b. Komunikasi, proses penyampaian informasi atau pesan dari seseorang kepasa
orang lain yang di lakukan secra langsung maupun dengan alat bantu agar orang
lain memberikan tanggapan atau tindakan.
3. Bentuk-bentuk interaksi sosial
Interaksi sosial di bagi menjadi dua bentuk
yaiatu asosiatif dan disosiatif
a. Asosiatif
Bentuk interaksi sosial Asosiatif itu berpengaruh pada bentuk penyatuan
yang di jelaskan sebagai beriku:
1. Kerja sama (cooperation)
Kerja sama terbentuk karna adanya kesadaran antar masyarakat bahwa mereka
memiliki tujuan yang sama dan memilih untuk bekerjasama
2. Akomodasi
Adalah bentuk penyesuaian dari individu dengan individu, kelompok dengan
individu, dan kelompok dengan kelompok guna mengurangi kekacauan dan
kecanggungan.
3. Asimilasi
Asimilasi melalui proses yang di tandaidengan mengurangi perbedaan. Yang
terdapat pada masing-masing kelompok serta usaha menyamakan sikap, mental, dan
tindsksn untuk pencapaian bersama, asimilasi timbul karna adanya perbedaan
latar belakang kebudayaan, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu
yang lama, sehingga lambat taun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan
wujud membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran9.
b. Disosiatif
Interaksi sosial dalam bentuk pemisah dan berbagi dalam tiga bentuk sebagai
berikut:
1. Persaingan / kompetisi
Suatu perjuangan yang di lakukan secara individu atau sevara kelompok untuk
memperoleh kemenangan dengan hasil yang kompetitif tanpa ada ancaman atau
benturan fisik.
2. Kontravensi
Bentuk ini berada di antara persaingan pertentangan atau konflik. Sikap
kontroversi antara lain sikap tidak senang baik secara sembunyi-sembungi atau
terang-terangan.
3. Konflik
Bentuk preses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat
adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar. Sehimgga
menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi
sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
II.
Karakteristik Interaksi Sosial
Karakteristik interaksi sosial itu memiiki sifat yang dinamis bukan statis.
(gerungan, 2010) . model interaksi sosial bis di artikan sebagai
interaksi antar individu , kelompok dan kelompok dengan kelompok.. untuk
kejelasan berikut penjelasan uraian
karakteristik interaksi sosial sebagai berikut:
1. Interaksi individu dengan individu, interaksi ini terjadi adanya kontak
personal / individu dalam bentuk komunikasi, lisan, gerak , bercakap, dan
bertengkar
2. Interaksi individu dengan kelompok, individu memiliki kepentingan untuk
berinteraksi dengan kelompok,misalnya seorang dosen yang berinteraksi dengan
para mahasiswanya di kampus. Berikut adalah interaksi kepentingan individu
dengan kelompok.
3. Interaksi kelompok dengan kelompok, interaksi ini saling berhadapan dalam
bentuk komunikasi, terkadang ada juga
terjadi kepentingan individu dalam kelompok tersebut. Ini merupakan satu
kesatuan yang berhubungan denag
kepentingan individu dengan kelompok.
III.
Masalah- Masalah dalam Interaksi Sosial yang Dapat Memicu
Konflik sosial.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang
sangat pesat oerkembangan nya bisa menjadi salah satu pemicu adanya masalah
yang terjadi di masyarakat. Masyarakat terdiri dari berbagai perbedaan mualai
dari hudaya . secara logis akan mengalami permasalahan baik dari yang lokal
ataupun yang dari luar.
Di abad yang yang di kenal dengan transparasi atau era
globalisasi yang di tandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telak
berdsmpsk psds perubshsn perilsku sosial.12 sebagai konsekuensi yang di hadapi dari kemajuan
IPTEK adanya batas- batas teritorial,
kesukaan, kebudayaan yang dulu di anggap sebagai hambatan dalam berinteraksi kini menjadi
lenyap dan menjadi sebuah keniscayaan
yang di hadapi.13 .
Sebuah tujuan yang ingin di capai tidaklah mudah, adapun
jenis dan bentuk tujuan tersebut dalam proses pencapaian nya pasti akan ada
rintangan/ kendala yang menghambat. Berikut ini beberapa masalah yang dapat memicu konflik dalam interaksi sosial
adalah:
1. Etnosentrisme
Etnosentrisme secara formal di definisikan sebagai
pendangan bahwa kelompok sendiri adalah pusat segalanya dan kelompok lain
selalu di bandingkan dan dinilai sesuai dengan standar kelompok sendiri. 16
Etnosentrisme menjadi sebuah kecenderungan menghakimu
nilai , adat istiadat, perilaku atau aspek-aspek budaya lain yaitu menggunakan
kelompok sendiri dan adat kita sendiri sebagai tolak ukur semua penilaian. 17 Orang- orang
yang berkepribadian etnosentris cenderumh berasal dari masyarakat yang memiliki
keterbatasan ilmu pengetahuan,, pengalaman, maupun komunikasi, sehingga mudah
memprovokasi.. dan perlu di pahami jugabahwa sebagian besar masyrakat indonesia
masih dalam fase keterbatasan tersebut.
Menurut Alo Liliwali bahwa kalo
ingin komunikasi antar buday amenjadi sukses maka hendaklah kita mengakui dan
menerima perbedaan budaya sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana yang kita
kehendaki.18
2. Misunderstanding of culture values
Manusia terlahir dalam beberapa etnisdan budaya yang berbeda dan saling
mengikat kan satu sama lain. Perbedaan budaya, perbedaan keluarga, perbedaan
individu. Semua itu menunjukkan perbedaan tapi tetap bersatu dalam kats ikatan
sosial. Keseluruhan persialitas tersebut adalah bagian dari pluralitas.19
Pluralitas dan keragaman antar suku bangsa dan budaya menciptakan emahaman
sikap yang moderat bagi setiap individu,20 di lain sisi juga dapat
melahirkan ego sentrisme yang berimplekasi kan penolakan terhadap budaya lain
dengan kliam budaya sendiri sebagai standar dengan memaksa budayanya sebagai
acuan budaya lain. Contohnya seperti kebiasaan mengangkat jari tengah bagi
orang amerika adalah suatu penghinaan, sedangkan di indonesia hal itu menjadi
suatu hal yang wajar, dan ketika kita berada di amerika kita melakukan hal
tersebut akan terjadi sebuah penolakan karna orang Amerika terasa terhina.
3. Stereotip
keyakinan yang terlalu melebih-lebihkan . sterotip adalah mengidentifikasi
individu pada basis anggota kelompok tertentu, dan menilai diri individu
tersebut. Berdasarkan pemahaman sterotip di atas, maka ketika melakukan kontrak
antar budaya dan seseorang pada dasarnya kita sedang berkomunikasi dengan
identitas etnis dari individu tersebut.22
seprti hal nya begini orang australia meng-sterotip-kan orang indonesia,
bahwa orang indonesia yang menarik, ramah, menyenangkan, dan sopan, sering
terlalu sopan, tetapi lamban, tidak
efisien dan tak dapat di andalkan. Begitupun orang indonesia yang melihat orang
Australia sebagai kaya, gaduh, dan kasar, agak kurang ajar, sering tidak ramah,
agresif, dan bermoral.24
4. Prasangka
Prasangka akan selalu merujuk pada pendapat atau penilaian seseorang sebelum kenal dengan orang
tersebut. Prasangka merupakan eksistensi atau penolakan terhadap semua bukti.
Prasangka merupakan sikap outgrup yang di dasarkan dengan komperasi ingrup
seseorang. Biasanya prasangka diekspresikan melalui komunikasi. Prasangka
merupakan jenis dari kebutuhan cultural . ia menghalangi kita untuk melihat realitas secara akurat.25
Kesimpulan
Tumbauh dan besar dalam perkembangan teknologi dan
kebiasaan masyarakat yang beragam harus mengerti caranya bersikap dalam
berinteraksi. Sudah dijelaskan interaksi adalah sebagai jembatan untuk mengenal
satu sama lainnya baik secara individu maupun kelompok. Bukan hanya itu sebagai
makhluk sosial juga harus mengetahui dengan seksama bahwa harus saling
menghargai satu sama lain untuk mencapai interaksi yang baik agar terhindar
dari beberapa konflik pemicu interaksi sosial yang sudah di jelaskan di atas.
DAFTAR PUSTAKA
muslim, A. (2013). interaksi sosial dalam
masyarakat multietnis. jurnal didkursus islam .
Komentar
Posting Komentar