Budaya dan Agama dalam Dinamika Sejarah

 Agama dan budaya dalam dinamika sejarah

oleh

nahdyah fauziah


Agama dan budaya di Indonesia, bila di tinjau dari sisi Islam yang berkembang dan hidup di Nusantara, telah menjadi hubungan simbiosis. Agama butuh alat atau pun metode untuk disampaikan kepada masyarakat supaya orang paham terhadap agama.

mengapa di Nusantara ini agama, budaya dan tradisi menjadi alat atau metode dalam penyampaian agama. 

pertama, supaya agama lebih mudah dipahami. Karena andaikan pesan-pesan agama disampaikan dengan cara Timur Tengah tentunya akan ada kesenjangan budaya. Sehingga akan kesulitan untuk memahami dan menerima pesan-pesan agama.

Oleh karena itu, sejak jaman Walisongo digunakanlah tradisi nilai-nilai kultur orang lokal Nusantara ini sebagai alat untuk menyampaikan. Dan itu terbukti ampuh, sehingga dalam waktu kurang dari 50 tahun, Walisongo mampu meng-Islamkan masyarakat Nusantara dari yang semula 90% Hindu-Budha berbalik menjadi 90% Islam.

“Padahal selama 8 abad, Islam tidak berkembang di bumi Nusantara ini. Data sejarah menunjukkan abad ke-8 Islam sudah masuk di bumi Nusantara melalui berbagai pintu, baik dari pintu Aceh, pintu Jawa dan pintu macam-macam,” ujarnya.

Namun, pada kenyataaanya Islam sendiri baru berkembang pada abad ke-15 di zaman Majapahit.sedangkan Data sejarah menunjukkan abad ke-8 Islam sudah masuk di bumi Nusantara melalui berbagai pintu, yang artinya ada masa kevakuman dari abad ke-8 sampai abad ke-15 yang mana Islam di Nusantara ini belum bisa diterima oleh bangsa Nusantara. Kevakuman itulah yang kemudian dikoreksi oleh para wali dan ternyata ada kesalahan dalam menyampaikan pesan.

Kedua, digunakannya kebudayaan sebagai metode atau alat dalam menyampaikan ajaran Islam dikarenakan dengan kebudayaan ini Islam menjadi menyenangkan dan kompatibel dengan tradisi lokal yang berkembang di masyarakat.

Dengan cara-cara inilah, menurutnya, Islam menjadi lebih kreatif. Meski ajarannya tidak diubah, ekspresinya menjadi lebih bisa beragam dan menunjukkan Islam itu kebenarannya akan tetap abadi di setiap tempat dan waktu.

dengan Islam yang seperti ini, maka orang menjadi tidak mudah marah. Karena kalau Islam ini sedikit sedikit marah, ditunjukkan dengan emosi ataupun kemarahan-kemarahan, akhirnya orang menjadi berpikir mengapa ajaran Islam ini ajarannya marah-marah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UAS IBL_ STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM DALAM AGAMA SEBAGAI SISTEM PENGETAHUAN DAN SIMBOL

UTS ISLAM DAN BUDAYA LOKAL_nahdyah fauziah_kpi 21_A4

METODE SOSIOLOGI