PARADIGMA SOSIOLOGI
PARADIGMA SOSIOLOGI
Oleh
Nahdyah Fauziah
sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang individu, masyarakat dan hubungan antara keduanya. Apabila ditinjau dari sejarah lahirnya sosiologi maka hal itu sangat erat hubungannya dengan apa yang terjadi di Benua Eropa bagian barat, yaitu tumbuhnya kapitalisme, perubahan sosial politik, tumbuhnya individualisme, reformasi Martin Luther, lahir dan tumbuhnya ilmu pengetahuan yang bersifat modern, perkembangan rasa percaya diri dan Revolusi Industri serta Revolusi Prancis.
Menurut George Ritzer paradigma sosiologi ialah:
1. Paradigma fakta sosial
2. Paradigma definisi sosial
3. Paradikma perilaku sosial
Konsep fundamental sosiologi
itu tidak sama antara komunitas sosiologi yang satu dengan yang lain nya. Oleh sebab
itu banyak nya asumsi yang mengakibatkan adanya beberapa paradigma.
1.
Paradigma Fakta Sosial
Paradigma
fakta sosial menyatakan bahwa masyarakat merupakan suatu kenyataan (realitas)
yang mandiri dalam arti terlepas dari sikap individu yang ada di dalamnya,
misalnya apakah individu itu senang atau tidak senang.Pada umumnya, keseluruhan
kenyataan yang ada di dalam masyarakat dipandang sebagai struktur yang di
dalamnya terdapat sistem pengorganisasian, peraturan-peraturan, pranata-pranata
sosial, nilai-nilai yang disepakati, pembagian kekuasaan dan kewenangan yang
kesemuanya itu berpengaruh terhadap individu. misalnya saat kita hidup di suatu
lingkungan masyarakat maka kita akan terpengaruh dengan kenyataan lingkungan
tersebut. dari contoh ini bisa katan bahwa struktur di masyarakat dapat di ihat
dari pemikiran individu masyarakat itu sendiri.
Menurut
George Ritzer, teori yang terkenal dalam kaitannya dengan paradigma fakta
sosial, yaitu
(1) teori fungsionalisme struktural, yang memberi
penekanan pada keteraturan dan tidak mengindahkan adanya konflik dan perubahan
dalam masyarakat. Konsep utamanya, yaitu fungsi, disfungsi, fungsi latent,
fungsi manifest, dan keseimbangan. Selain itu, teori tersebut juga menyatakan bahwa
semua peristiwa dan struktur adalah fungsional dalam masyarakat.
(2) teori
konflik yang mendasarkan pada wewenang dan posisi yang merupakan fakta sosial.
Dalam hal ini, adanya ketidakadilan dalam pembagian kekuasaan dan wewenang
merupakan penentu konflik dalam masyarakat. Suatu upaya memadukan kedua teori
yang bertentangan tersebut telah dilakukan oleh Pierre van den Berghe yang
menyatakan bahwa keduanya sebenarnya saling melengkapi di samping mempunyai
hubungan yang bersifat kausal. Menurut pendapatnya konflik mempunyai
fungsi,untuk (1)menjamin solidaritas; (2) mendorong timbulnya ikatan
persekutuan dengan kelompok yang lain; (3) mendinamisasikan manusia; dan (4)
sebagai sarana hubungan antarpersekutuan yang satu dengan yang lain.
2. Paradigma definisi sosial
Adapun
teori yang terkandung dalam paradigma definisi sosial, yaitu
(1) teori
aksi; (2) teori interaksi simbol; dan (3) teori fenomenologi.
Ketiga teori tersebut di samping memiliki perbedaan, juga mempunyai persamaan. Perbedaannya, yaitu yang menyangkut hal-hal yang terkait dengan faktor yang menentukan tujuan penelitian dan gambaran tentang pokok permasalahan sosiologi.
a.Teori
Aksi, yang mempunyai kecenderungan kesejajaran dengan Weber, dan mempunyai arti
yang sangat penting dalam rangka pengembangan teori interaksi simbol dan teori
fenomenologi. Selanjutnya, bertolak dari karya sosiolog yang mempunyai latar
belakang pemikiran Eropa tersebut Hinkle mengemukakan anggapan dasar teori aksi, yaitu
1)
tindakan manusia didorong oleh kesadaran diri sendiri dan pengaruh dari luar
dirinya,
2)
tindakan manusia itu bertujuan,
3)
tindakan manusia itu menggunakan cara, prosedur, teknik dan alat,
4)
tindakan manusia hanya dibatasi oleh kondisi yang tidak diubah dengan sendirinya,
5)
tindakan manusia berdimensi tiga, yaitu yang menyangkut masa lalu, sekarang,
dan masa yang akan datang,
6)
tindakan manusia dalam pengambilan keputusan dibimbing oleh norma-norma moral,
serta
7) penelitian tentang antarhubungan sosial menggunakan verstehen (pemahaman) dan imajinasi.
b. Teori Interaksi Simbol, dalam proses pendekatannya sejalan dan cenderung mengikuti cara yang dilakukan Weber dalam teori aksi.
c.Teori
Fenomenologi, beranggapan bahwa perilaku manusia menjadi satu hubungan sosial,
apabila manusia memberikan makna tertentu terhadap tindakannya sebagai sesuatu
yang berarti karena hal tersebut adalah merupakan sesuatu yang menentukan
terhadap kelestarian interaksi sosial.
Metode
yang digunakan dalam paradigma definisi sosial ialah observasi dalam rangka
mengamati untuk memahami agar dapat menyimpulkan makna tentang akibat yang
timbul dari perilaku sosial antarhubungan sosial.
3.
Paradigma Perilaku Sosial
Paradigma
ini dikemukakan oleh B.F. Skinner dengan maksud ingin menjelaskan asas-asas
yang terdalam dalam psikologi aliran behaviorisme ke dalam sosiologi. dari
pendapat objek yang dinalaah perilaku
manusia yang nyata kemungkinan pengulangan nya. disamping itu menurut perilaku
sosiologi di nyatakan bahwa perilaku individu yang langsung berkaitan dengan lingkungan
akan menimbulkan konsekuensi berupa tingkah laku individu yang brsangkutan. Misalnya,
seseorang yang bertempat tinggal di suatu masyarakat, perilakunya akan
mengikuti atau menaati peraturan atau ketentuan yang diberikan oleh pemimpin
masyarakat tersebut. dinyatakan bahwa teori-teori yang termasuk dalam paradigma
perilaku sosial, yaitu teori
(1)
Behavioral Sociology, yang menggunakan dasar psikologi perilaku dalam
sosiologi. Teori tersebut menitikberatkan adanya hubungan tingkah laku lingkungan
dengan tingkah laku individu, untuk mengetahui akibat dari adanya hubungan tingkah
laku.
(2) Exchange Theory, yang dikemukakan oleh
George Homan yang mengakui selama terjadinya interaksi sosial muncul gejala
yang baru. Yang menjadi pertanyaan adalah mengenai bagaimana cara menjelaskan
gejala yang muncul sebagai akibat interaksi itu. Adapun mengenai metode yang
digunakan oleh paradigma perilaku sosial, yaitu dengan kuesioner, wawancara dan
observasi sekalipun dalam paradigma ini banyak menggunakan eksperimen
KESIMPILAN
sosiologi adalah hubungan antara individu dengan individu, individu gengan kelompok , yang senantiasa berkembang sesuai dengan lingkungan yang di tempati.
Komentar
Posting Komentar